RSS

Teknik Menggambar Diagram Bode : Integral dan Turunan

10 Nov

Sebelumnya telah dibahas bagaimana menggambar bode diagram untuk faktor penguatan K. Pada posting kali ini, akan dibahas bagaimana menggambar diagram bode untuk turunan dan intregal.

TURUNAN (G(s) = s atau G(jw) = jw)

Magnitudnya : 20 log w dB

Sudutnya        : 90 derajat.

Yang perlu diperhatikan dalam menggambar magnitudnya :

1. Kemiringan garis = 20 db/dekade. Artinya, setiap 10x perubahan w, nilai magnitudnya bertambah 20 dB.

2. Garis lurus 20 dB/dekade melintas sumbu 0 dB di w=1 rad/s.

Berikut gambar magnitud dan fasanya.

INTEGRAL (G(s) = 1/s atau G(jw) = 1/jw)

Karena integral adalah kebalikan dari turunan maka :

Magnitudnya :  – 20 log w dB

Sudutnya        :  – 90 derajat.

Yang perlu diperhatikan dalam menggambar magnitudnya :

1. Kemiringan garis = – 20 db/dekade. Artinya, setiap 10x perubahan w, nilai magnitudnya berkurang 20 dB.

2. Garis lurus -20 dB/dekade melintas sumbu 0 dB di w=1 rad/s.

Berikut gambar magnitud dan fasanya.

integral bode plotKedua  bode plot/bode diagram, turunan dan integral saling berkebalikan. Dengan ingat salah satu, insya Allah kita akan ingat yang lainnya. Dengan mengingat gambar-gambar diatas, menjadi modal bagi kita untuk dapat mengerjakan contoh soal yang saya berikan sebelumnya khususnya untuk menjawab soal no 2.

Untuk bisa menjawab no. 1, tunggu postingan berikutnya tentang faktor orde 1, Insya Allah.

Jember, 10 Nov 2011 9.21 PM

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 10 November 2011 in Dasar Kontrol

 

Tag: , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: